Tugas Pendahuluan Modul 3
1. Penjelasan Kondisi [Kembali]
Setelah dilakukan simulasi pada Proteus dengan Rf = 200k, Rin = 20k, input 10V, dan pembatas tegangan 24V, diperoleh Vout mengalami penguatan sebesar -22V. Hal ini dipengaruhi oleh adanya pembatas tegangan. Namun, pada tampilan osiloskop di Proteus, sinyal output tidak terlihat dan hanya sinyal input yang muncul. Kondisi ini disebabkan nilai Rf yang besar, sehingga berdasarkan perhitungan Vout = -(Rf/Rin) × Vin seharusnya mencapai -200V. Proteus kemudian menganggap tegangan tersebut terlalu tinggi hingga berada di luar batas tampilan, sehingga grafik output tidak muncul. Meski begitu, nilai Vout tetap dapat diukur karena adanya pembatas tegangan pada op-amp.
2. Prinsip Kerja Kondisi [Kembali]
Inverting Amplifier merupakan konfigurasi penguat di mana sinyal input masuk melalui resistor Rin ke terminal inverting (−), sedangkan terminal non-inverting (+) dihubungkan ke ground. Pada rangkaian ini, output mengalami pembalikan fasa sebesar 180° terhadap input. Hubungan antara tegangan input dan output dinyatakan dengan rumus Vout = −(Rf/Rin) × Vin, di mana tanda negatif menunjukkan adanya pembalikan fasa. Hal ini sesuai dengan teori dan terlihat pada rangkaian, di mana sinyal output menjadi bernilai negatif.
Comments
Post a Comment